Home Artikel Keluarga

Pernikahan seharusnya menjadi jalinan abadi bagi sepasang manusia yang saling mencinta, begitu sakral dan penuh makna. Namun sayangnya, belakangan ini entah mengapa begitu banyak orang yang meremehkan arti dari pernikahan itu sendiri. Pernikahan dan perceraian seolah sudah menjadi gaya hidup dan tidak lagi menjadi momok penting dalam kehidupan. Tak sedikit pasangan suami istri yang dengan gampangnya mereka mengambil keputusan untuk bercerai hanya karena alasan-alasan yang sebenarnya masih bisa diperbaiki jika mereka mau tapi sayangnya mereka tetap memaksa untuk bercerai.

Memang benar perceraian tidak melanggar hukum dan diperbolehkan untuk kondisi-kondisi tertentu. Namun, alangkah baiknya jika perceraian tersebut benar-benar hanya dijadikan pilihan paling akhir bukan malah menjadi pilihan utama dalam penyelesaian sebuah masalah pernikahan.

tips pernikahan langgeng

 

Lalu bagaimana agar sebuah pernikahan menjadi langgeng dan terhindar dari kata cerai? Berikut ini kami akan berbagi mengenai 10 tips untuk melanggengkan pernikahan menurut sudut pandang perempuan.

1. Hormati suami Anda

Dihormati adalah harapan terbesar setiap pria yang ada di dunia. Namun saat ini banyak wanita-wanita terjebak dengan pemikiran bahwa “mereka akan menghormati suaminya jika sang suami memang layak untuk dihormati”. Padahal, Apapun pekerjaannya, bagaimanapun kondisi finansialnya, seperti apapun status sosialnya sebagai seorang istri Anda memiliki kewajiban untuk tetap menghormati suami Anda. Kenapa? karena Anda sendirilah yang telah memilih dirinya untuk menjadi pemimpin Anda. Untuk bisa menjadi pemimpin yang berkualitas tentu saja penghormatan dan penghargaan merupakan sebuah apresiasi yang sangat penting. Ketika rasa hormat diberikan ketika mereka melakukan sesuatu yang tidak pantas, maka dia akan merasa tidak nyaman untuk mengulangi sesuatu hal yang kurang pantas tersebut untuk kedua kalinya. Tapi bukan berarti Anda membiarkan dirinya melakukan kesalahan, Anda harus bisa menempatkan diri kapan harus menghormatinya dan kapan harus mengingatkannya.

2. Jagalah hati Anda

Rumut tetangga memang selalu terlihat lebih hijau, tapi jangan sampai Ada beranggapan bahwa dengan memiliki suami yang bertubuh ideal, bergaji tinggi, bermobil mewah dan berumah besar maka Anda akan menjadi wanita paling bahagia di dunia. Jagalah hati Anda dan teruslah bersyukur dengan segala hal yang sudah Anda miliki, toh Anda pun tidak akan pernah merasa puas sekalipun Anda memiliki suami sesuai dengan kriteria di atas. Anda akan terus berharap lebih, lebih dan lebih. Karena dasarnya manusia memang tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang sudah dimilikinya. Apalah gunanya memiliki suami yang sempurna namun tidak bahagia? Modal utama sebuah pernikahan adalah cinta dan kebahagiaan bukan?

3. Tuhan, suami, anak….dst

Jika diurutkan mana yang terpenting maka Tuhan memang harus selalu menjadi yang pertama dan utama. Dengan meyakini keberadaan Tuhan dan memiliki keyakinan dalam hati maka Anda akan hidup dengan lebih tenang dan damai. Lalu di posisi kedua adalah suami, kenapa suami? Padahal kebanyakan orangtua lebih mendahulukan kebutuhan anak-anaknya dibandingkan pasangannya sendiri. Alasannya jelas sebab pada akhirnya nanti Anda hanya akan menghabiskan waktu berdua saat anak-anak Anda tubuh dewasa dan sibuk mengejar impiannya masing-masing. Jika Anda terbiasa untuk lebih mengutamakan anak-anak maka nanti ketika Anda ditinggalkan dan hanya hidup berdua bersama suami maka Anda akan merasa kosong dan kesepian.

4. Siap memaafkan

Memaafkan adalah hal yang harus Anda lakukan jika Anda ingin memiliki hubungan yang langgeng dan bahagia. Karena pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna, begitu pula dengan suami Anda. Jangan sampai hal-hal sepele seperti kebiasaan suami meninggalkan handuk sembarangan, memilih-milih makanan, mendengkur dan lain sebagainya membuat Anda selalu marah-marah. Saling memaafkan akan membuat Anda dan pasangan memiliki kualitas kebersamaan yang lebih bahagia.

5. Selalu komunikasi

Sejak dahulu inilah masalah yang paling sering terjadi dalam sebuah hubungan. Tidak berjalannya komunikasi karena salah satu pihak ingin dimengerti sementara pihak yang lain tidak tahu apa yang harus dimengerti. Pria memang dilahirkan tidak sensitif jadi jangan melukai perasaan Anda sendiri dengan berharap mereka bisa menebak-nebak apa yang sedang ada dalam pikiran Anda, apa yang sedang Anda inginkan, apa yang sedang Anda harapkan. Bicaralah tentang apapun yang sedang ada dalam pikiran Anda, keluarkan. Buatlah komunikasi yang baik. Jika Anda ingin pakaian baru, ucapkan, jangan cemberut seharian dikamar dan tidak mau melakukan apapun. Jika seperti itu, suami Anda akan bingung harus melakukan apa, karena faktanya mereka memang tidak tahu harus berbuat apa jika Anda hanya diam.

6. Jangan lupa kencan

Jangan salah, meskipun setelah menikah Anda akan tinggal seumah dan hampir setiap saat bertemu dengan suami Anda bukan berarti Anda harus menghentikan kebiasaan kencan seperti pada saat pacaran dahulu. Justru menyisihkan waktu khusus untuk berkencan pada pasangan suami istri akan membuat hubungan Anda dan suami menjadi lebih dekat dan selalu terjaga kehangatannya. Anda bisa memutuskan untuk makan malam berdua, atau mungkin nonton film bersama? Tapi ingat untuk tidak membahas tentang tagihan, pengeluaran ataupun anak-anak. Just enjoy your date!

7. Mengancam dengan perceraian

Melakukan ancama menggunakan kata perceraian merupakan tindakan kekanak-kanakan. Seharusnya sebagai orang dewasa Anda mengerti apa arti dari perceraian itu sendiri. Semudah itukah mengucapkan kata cerai hanya karena suami Anda lupa mengucapkan selamat di hari perayaan pernikahan kalian? Ingat Ladies, ancaman menggunakan kata perceraian akan menyakiti hati pasangan Anda, apalagi jika Anda begitu ringan mengucapkannya. Akan menjadi pertanyaan di benak suai Anda, sebesar apa cinta Anda hingga semudah itu mengucapkan kata cerai?

8. Belajar bahasa cinta

Bahasa cinta? setiap orang memiliki caranya masing-masing itu mengerti bahasa yang satu ini. karena cara Anda memandang cinta pasti berbeda dengan cara orang lain memandang cinta. pelajarilah setiap gerak tubuh atau bahasa dari pasangan Anda, berikan respon yang baik atau Anda juga bisa menggunakan hadiah sebagai perantaranya. Apapun bahasa cintanya, Anda wajib mempelajarinya.

9. Jangan pernah bicara negatif tentang dia

Memang ada kalanya Anda merasa kesal atau marah dengan tingkah yang dilakukanoleh suami Anda, kemudian ingin bercerita kepada teman atau orangtua mengenai masalah yang sedang Anda hadapi. Hal-hal tersebut sebenarnya diperbolehkan jika tujuannya untuk mencari solusi atau sekedar untuk menenangkan diri, namun, bukan berarti Anda harus menceritakan semua hal-hal buruk mengenai suami Anda kepada mereka loh. Anda sebagai istri memiliki kewajiban untuk menjaga aib suami jadi tidak sepantasnya jika Anda mengumbar hal-hal buruk mengenai suami Anda kepada orang-orang.

10. Komitmen dan tanggung jawab

Mungkin nanti akan ada saatnya dalam pernikahan Anda bertemu dengan masa-masa dimana Anda sudah tidak merasakan cinta lagi, Anda sudah merasa tidak tertarik lagi dengan suami Anda, atau Anda merasa lelah harus merawat suami Anda yag terus sakit-sakitan. Ingatlah, pernikahan tidak hanya berdasarkan pada cinta saja tapi juga komitmen dan tanggung jawab. Saat semua cinta sudah memudar maka satu-satunya cara yang bisa membuat Anda bertahan dengan pernikahan adalah komitmen dan tanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Latest Posts

Wanita muslim

Rindu yang ku pendam, tak pernah terungkap walau dalam goresan. Semua hanya aku ungkapkan dalam diam. Diam yang ku jalani hanya seonggok nyali yang...