Home Artikel Keluarga

Kehadiran bayi baru dalam sebuah keluarga tentu saja memberikan banyak perubahan besar. Orang tua akan menghabiskan lebih banyak energi untuk persiapan sebelum dan setelah si bayi lahir. Hal ini tentu saja akan mengambil cukup banyak perhatian bagi orang tua untuk memenuhi kebutuhan dasar bayi yang baru lahir.

Banyaknya perubahan yang terjadi semenjak kedatangan bayi baru tentu saja tidak mudah untuk diterima oleh saudara yang lebih tua. Bukan hal aneh lagi jika mereka merasa iri terhadap si bayi yang baru lahir karena merasa tidak diperhatikan lagi. Tak sedikit dari mereka yang bahkan melakukan reaksi penolakan untuk mendapatkan kembali perhatian dari orang-orang disekitarnya.

persiapkan anak sambut adik baru

Mempersiapkan anak menyambut adik baru. [sathyatripodi/pixabay]

Supaya hal tersebut tidak sampai terjadi, sebagai orangtua Anda harus pandai-pandai memberi penjelasan yang tepat kepada si saudara lebih tua mengenai kehadiran adik barunya ini. Lalu bagaimanakah cara menjelaskan kepada si anak agar bisa menerima kehadiran adik barunya tersebut?

Mulailah Selama Kehamilan

Anda harus mulai memberi penjelasan kepada si anak mengenai saudara barunya semenjak masa kehamilan. Karena anak-anak cenderung belum mengerti mengenai konsep-konsep rumit kehamilan Anda cukup menjelaskan kepada si anak bahwa sebentar lagi ia akan mendapatkan adik baru. Nah biasanya anak-anak yang berusia dibawah lima tahun belum mengerti mengenai kata “adik baru” tersebut sehingga nantinya mereka akan melemparkan banyak pertanyaan seperti “Adik baru itu apa?” “Dari mana datangnya adik baru?”dan lain sebagainya. Karena terlalu dini untuk menjelaskan mengenai seks kepada anak usia tersebut, Anda cukup menjelaskan bahwa “Adik berasal dari perut ibu, dan nanti ia akan menemani kamu bermain”

Jika anak Anda menunjukan minat yang lebih terhadap bayi maka Anda bisa melakukan beberapa hal untuk memberikan gambaran mengenai calon adik barunya tersebut misalnya menunjukan gambar bayi kepada anak Anda, membacakan buku-buku tentang persalinan yang tidak terlalu rumit, mengajak anak Anda mengunjungi teman-teman yang memiliki bayi, mengajak anak Anda untuk memikirkan nama-nama bayi, mengajak anak kedokter untuk mendengarkan detak jantung bayi. Dibeberapa rumah sakit juga menawarkan beberapa kelas latihan yang biasanya berisi cara memegang bayi, penjelan mengenai bagaimana bayi lahir, dan lain-lain. Kelas ini juga bisa menjadi kesempatan bagi anak-anak sebagai tempat untuk mendiskusikan perasaan mereka tentang memiliki saudara atau saudari baru.

Saat Perencanaan Melahirkan

Semakin dekat dengan hari kelahiran maka Anda harus mulai lebih intens untuk mendiskusikannya bersama anak Anda. Jelaskan kepada si Anak jika saudaranya akan segera tiba, supaya nantinya anak Anda tidak terlalu terkejut saat melihat bayi baru. Biarkan anak Anda mengunjungi Anda di rumah sakit sesegera mungkin setelah bayi lahir, cara ini akan memperkuat kedekatan keluarga yang intim.

Cobalah untuk menjaga rutinitas yang biasa dilakukan anak Anda seperti hari-hari sebelum saudara barunya tiba. Kalaupun Anda berencana melakukan sedikit perubahan rutinitas maka mulai melakukannya beberapa minggu sebelum bayi lahir supaya saudara yang lebih tua sudah lebih dahulu terbiasa dengan rutinitas baru.

Membawa Bayi ke Rumah

Setelah si bayi berada di rumah, Anda dapat membantu anak Anda untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Sertakan mereka sebanyak mungkin dalam kegiatan sehari-hari yang melibatkan bayi sehingga ia tidak merasa ditinggalkan. Biasanya anak-anak tertarik untuk ikut membantu merawat bayi baru, meskipun “bantuannya” justru akan memakan waktu lebih lama, berikanlah kesempatan kepada anak Anda untuk ikut membantu sehingga ia bisa berinteraksi langsung dengan si bayi misalnya mendorong kereta bayi, mengganti pakaian, membantu mandi atau bahkan mengganti popok.

Jika anak Anda tidak menunjukan ketertarikannya kepada si bayi, jangan memaksanya biarkan mengalir secara alami karena memang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Agar anak Anda tidak merasa ditinggalkan Anda bisa menyempatkan untuk menghabiskan waktu bersama anak Anda saat si bayi sedang tidur. Jangan lupa untuk menyisihkan waktu setiap harinya kepada anak yang lebih tua untuk mendapatkan perhatian penuh oleh orangtuanya. Saat ia menyadari adanya waktu khusus untuk dirinya secara eksklusif maka hal tersebut akan membantu mengurangi kebencian atau kemarahannya terhadap bayi baru.

Kenali Perasaan Si Kakak

Berbagai perubahan yang terjadi semenjak kehadiran bayi baru akan membuat anak yang lebih tua berjuang untuk mencoba menyesuaikan diri. Ajaklah anak Anda berbicara mengenai bagaimana perasaan mereka terhadap si bayi entah senang ataupun tidak Anda harus menghadapinya dengan perlahan-lahan. Biarkan anak mengeluarkan apa yang ada di kepalanya. Kalau pun anak Anda masih merasa kurang suka dengan kehadiran si bayi maka Anda harus perlahan-lahan membujuknya dengan lebih lembut dan lebih mendekatkan keduanya supaya menjadi lebih dekat dan mulai terbiasa.

Tinggalkan Balasan

Latest Posts

Wanita muslim

Rindu yang ku pendam, tak pernah terungkap walau dalam goresan. Semua hanya aku ungkapkan dalam diam. Diam yang ku jalani hanya seonggok nyali yang...